bukan mimpi-mimpi itu
let’s create dream team, not dreaming team
——————————————————
suatu hari Kang Temon, tanpa alas kaki berjalan dengan penuh semangat ke arah pasar. di kantongnya telah siap segepok uang. ia ingin membeli kambing. ia membentuk impian, menjadi juragan kambing. ia siapkan impian itu dengan rencana yang jelas dan matang.
jika sekarang ia beli sepasang kambing, tentunya dalam satu tahun bakalan ada anak kambing. paling tidak satu, baguslah kalo 5. seingatnya, kambing Pak Sholeh kepala kampungnya kemarin beranak 7. maka, wajarlah kl angka 5 adalah angka yang masuk akal.
alangkah banyak kambingnya 3 tahun lagi. sekarang anaknya baru bisa berjalan. 5 tahun lagi, ketika anaknya sudah bisa bermain-main di sawah, tentu juga akan senang bisa berlari-lari mengejar anak kambing. kalau setahun kambing itu melahirkan 3 ekor. 3 tahun lagi, paling tidak ada 9 ekor yang lahir dari kambing yang sekarang akan ia beli. itu belum dari anak kambing turunan keduanya. syukurlah klo nanti ia punya 15. klpun misal ada kejadian yang mengharuskannya menjual kambing, paling tidak, seburuk-buruknya, ia masih punya 7. kemungkinan kecil akan menjual seluruhnya. karena ia masih punya tabungan yang lain.
Kang Temon. ia membangun dan membentuk impian itu. tidak hanya sendiri. ia ajak istrinya untuk menyadari bahwa sedang membentuk, membangun, dan berusaha mencapai impian. bukan mimpi-mimpi.